Ciptaan: Fadilah Ramadhani
Nur Khalifah
Ramadhani atau akrab disapa Khalifah merupakan siswa yang terkenal akan
kecantikan dan kepandaiannya di Sekolah Universitas Hasanuddin fakultas
kedokteran. Akan tetapi, jangan salah sangka meskipun ia cantik dan pandai ia
tidak memiliki sifat sombong, dinding imanya juga kuat pada Allah SWT. Khalifah
tinggal di Kampung Duren, sehari-hari ia berangkat kuliah dengan mengendarai
sepeda motor. Tahun ini Khalifah lulus 100% dengan nilai tertinggi diantara
teman-temannya.
Khalifah
terkenal kaya didesanya. Bapak Khalifah sudah meninggal ketika ia masih berumur
5 tahun. Sekarang ia diasuh oleh Ibunya seorang diri. Akan tetapi, sifat ibunya
sendiri bertolak belakang dengannya. Ibunya memiliki watak yang keras, pemarah,
mudah tersinggung,sombong, dan terkenal pelit didesanya. Menurut Ibu Khalifah
buat apa belajar dan menuntut ilmu setinggi mungkin, kalau bisa kawin dengan
orang kaya, itulah prinsip hidup yang dipegang ibunya.
Sepulang dari
kuliah Khalifah menghampiri ibunya, yang sedang duduk di teras depan rumah.
“Bu,
Alhamdulillah tahun ini Khalifah lulus dengan nilai tertinggi loh!” Kata
Khalifah senang.
“Baguslah
kalau begitu!” Singkat Ibunya.
“Nanti,
Khalifah akan melamar menjadi dokter di Rumah Sakit terkenal dikota, meskipun
gajinya sedikit yang penting bisa buat makan. Karena menjadi seorang dokter
merupakan cita-cita Khalifah sejak kecilkan Bu!” Jelas Khalifah.
“Hah, lamar
kerja?? Nggak usah” Singkatnya.
“Tapi, kenapa
Bu?” Tanya Khalifah
“Bikin
habis-habis uang Ibu saja. Daripada aku keluarin uang untuk biayai kamu kerja
dengan sesuatu yang gajinya cuma sedikit, lebih baik kamu kukawinkan dengan Rendy
orang terkaya dikota! Gimana? Lebih terjaminkan?” Kata Ibu Khalifah.
“Apa?
Pokoknya Khalifah nggak setuju dengan pendapat Ibu! Lagipula Khalifah sudah
punya Mas Indra, yah walaupun ia miskin tapi imanya kuat kok Bu!” Seru
Khalifah.
“Apa, Indra
yang kerjanya cuma guru honor di desa sebelah? Yang punya motor butut milik
bapaknya itu? Aduh, sadarlah Khalifah kamu itu orang terkaya didesa ini, apa
kamu tidak malu bersanding dengannya? Lebih baik kau kunikahkan dengan Rendy!”
Angkuhnya.
“Pokoknya
tidak Bu!” Seru Khalifah.
“Kenapa tidak?
Toh sama saja kan? Hidup mu malah lebih terjamin kalau sama Rendy daripada sama
Indra. Mau di kasih makan apa kau? Batu? Hah konyol!” Angkuhnya lagi.
“Kalau Ibu
mau, Ibu saja yang kawin dengan si Rendy yang kaya itu!” Kata Khalifah.
“Dasar kamu
anak durhaka!” Seru Ibu Khalifah dengan muka merah.
“Kalau kamu
nggak mau dengar nasehat Ibu, nggak usah panggil aku Ibu lagi!” Lanjutnya,
sambil membanting pintu kamar.
Khalifah
bingung, ia tidak mau menikah dengan orang yang tidak dicintainya, tapi ia juga
tidak mau menjadi anak yang durhaka. Keesokan harinya Rendy datang kerumah
Khalifah ia berniat melamarnya. Ia datang dengan menggunakan mobil mewah dan
membawa buah-buahan untuk merayu calon mertuanya yang matre itu.
“Permisi, ada
orang dirumah?” Kata Rendy sambil mengetuk pintu.
“E, ada Nak
Rendy silahkan masuk!”
“Maaf kalau
saya mengganggu Tante, Khalifahnya ada?” Tanya Rendy.
“Oh tentu
saja ada, Khalifah…Khalifah!! Cepat kesini!” Kata Ibu Khalifah.
“Ya Bu” Kata
khalifah singkat.
“Saya datang
kesini bermaksud melamar Khalifah untuk kujadikan istri, tante”Kata Rendy.
“Oh ya..ya..
kebetulan Khalifah belum punya pacar!” Kata Ibu Khalifah.
“Ibu??” Seru
Khalifah.
“Bagaimana
kalau pernikahan ini dilangsungkan minggu depan saja, lebih cepat lebih baik kan?”
Kata Ibu Khalifah.
“Baiklah saya
setuju, kalau begitu saya pulang dulu ya Bu!”
“Oh ya,
hati-hati di jalan ya Rendy”
Tidak lama
setelah pulangnya Rendy, Indra pun datang dengan motor bututnya.
“Assalamu
Alaikum, Tante Khalifahnya ada?” Tanya Indra.
“Tidak ada,
heh saya bilangin sama kamu ya jangan pernah dekati anak saya lagi. Karena
Khalifah sudah punya calon suami orangnya kaya, punya mobil mewah, baik, tidak
seperti kamu yang cuma punya motor butut.” Kata Ibu Khalifah angkuh.
“Baiklah
kalau begitu, saya permisi dulu Bu. Assalamu Alaikum” Kata Indra kecewa.
“Eee…, ada
Mas Indra, kenapa tidak masuk? Ayo masuk Mas!” Ajak Khalifah.
“Tidak usah
Khalifah kamu urus gembel ini, cepat sana pergi tunggu apa lagi?” Bentaknya.
“Ta,,tapi.
Ah,, Ibu jahat!!” Seru Khalifah.
Satu minggu
telah berlalu, tibalah saatnya Khalifah menikah dengan Rendy walaupun
hatinya berkata lain. Satu minggu
kemudian sejak pernikahannya dengan Rendy.
“Bu kepala ku
sakit, entah kenapa!” Kata Khalifah.
“Sekarang
Kamu ke Rumah Sakit saja bersama suamimu.” Kata Ibu Khalifah menyuruh.
“Tidak,
pokoknya tidak mau. Sama Ibu saja!” Kata Khalifah
“Baiklah
kalau begitu, Rendy…Rendy jaga rumah Ibu mau ke Rumah Sakit dulu.” Katanya.
“Baik Bu”
Singkatnya
Ternyata
Rendy menyimpan maksud tersembunyi. Sebenarnya ia bukan orang kaya, melainkan
hanya orang biasa yang menyamar menjadi kaya. Semua barang yang ia miliki hanya
barang sewaan semata. Ia mengambil kesempatan ketika mertuanya yang pelit itu
tidak ada dirumah. Rendy mengobrak-abrik seisi rumah dan lemari demi
mendapatkan sertifikat rumah yang ia cari selama ini. Akhirnya tinggal satu
kamar lagi, dan ia pun mendapatkan sertifikat tanah dan rumah. Ia langsung
mempersiapkan semua barang-barangnya dan kemudian pergi sejauh mungkin dari
rumah itu. Sepulangnya dari Rumah Sakit Khalifah mempunyai firasat buruk,
kemudian ia teringat suaminya. Ibu Khalifah bertanya-tanya di mana Rendy, dan
mengapa seisi rumah terobrak-abrik. Diceknya segera lemari tempat sertifikat
itu berada.
“Oh, tidak.
Dasar menantu kurang ajar. Aaaahh ,,,” Kata Ibu Khalifah marah.
Ibu Khalifah
jatuh pingsan dan akhirnya lumpuh. Khalifah sedih melihat Ibunya. Mereka pun
jatuh miskin karena, semua sertifikat tanah dan rumah di ambil pihak pegadaian
untuk menutupi utang menantunya itu sebesar 90 Juta Rupiah. Ibu Khalifah akhirnya sadar dan bertobat
serta meminta ampun kepada ALLAH SWT karena selama ini ia telah jauh dari
agamanya. Ia juga meminta maaf kepada Khalifah dan Indra. Ibu Khalifah merestui
hubungan anaknya untuk menikah dengan Indra. Khalifah dan Indra pun menikah,
semenjak itu kehidupan mereka berangsur-angsur mulai membaik. Ibu Khalifah
telah sembuh dari lumpuhnya dan mendapat rahmat dari Allah SWT.
Menurut Ibu
Khalifah hikmah yang dapat ia ambil adalah kita tidak boleh melihat seseorang
dari tingkat kekayaannya, apakah ia ganteng atau tidak, tapi kita harus lihat
seseorang dari hati dan imannya.
TERIMA KASih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar