Senin, 11 November 2013

IBU YANG MATRE...


Ciptaan: Fadilah Ramadhani
Nur Khalifah Ramadhani atau akrab disapa Khalifah merupakan siswa yang terkenal akan kecantikan dan kepandaiannya di Sekolah Universitas Hasanuddin fakultas kedokteran. Akan tetapi, jangan salah sangka meskipun ia cantik dan pandai ia tidak memiliki sifat sombong, dinding imanya juga kuat pada Allah SWT. Khalifah tinggal di Kampung Duren, sehari-hari ia berangkat kuliah dengan mengendarai sepeda motor. Tahun ini Khalifah lulus 100% dengan nilai tertinggi diantara teman-temannya.
Khalifah terkenal kaya didesanya. Bapak Khalifah sudah meninggal ketika ia masih berumur 5 tahun. Sekarang ia diasuh oleh Ibunya seorang diri. Akan tetapi, sifat ibunya sendiri bertolak belakang dengannya. Ibunya memiliki watak yang keras, pemarah, mudah tersinggung,sombong, dan terkenal pelit didesanya. Menurut Ibu Khalifah buat apa belajar dan menuntut ilmu setinggi mungkin, kalau bisa kawin dengan orang kaya, itulah prinsip hidup yang dipegang ibunya.
Sepulang dari kuliah Khalifah menghampiri ibunya, yang sedang duduk di teras depan rumah.
“Bu, Alhamdulillah tahun ini Khalifah lulus dengan nilai tertinggi loh!” Kata Khalifah senang.
“Baguslah kalau begitu!” Singkat Ibunya.
“Nanti, Khalifah akan melamar menjadi dokter di Rumah Sakit terkenal dikota, meskipun gajinya sedikit yang penting bisa buat makan. Karena menjadi seorang dokter merupakan cita-cita Khalifah sejak kecilkan Bu!” Jelas Khalifah.
“Hah, lamar kerja?? Nggak usah” Singkatnya.
“Tapi, kenapa Bu?” Tanya Khalifah
“Bikin habis-habis uang Ibu saja. Daripada aku keluarin uang untuk biayai kamu kerja dengan sesuatu yang gajinya cuma sedikit, lebih baik kamu kukawinkan dengan Rendy orang terkaya dikota! Gimana? Lebih terjaminkan?” Kata Ibu Khalifah.
“Apa? Pokoknya Khalifah nggak setuju dengan pendapat Ibu! Lagipula Khalifah sudah punya Mas Indra, yah walaupun ia miskin tapi imanya kuat kok Bu!” Seru Khalifah.
“Apa, Indra yang kerjanya cuma guru honor di desa sebelah? Yang punya motor butut milik bapaknya itu? Aduh, sadarlah Khalifah kamu itu orang terkaya didesa ini, apa kamu tidak malu bersanding dengannya? Lebih baik kau kunikahkan dengan Rendy!” Angkuhnya.
“Pokoknya tidak Bu!” Seru Khalifah.
“Kenapa tidak? Toh sama saja kan? Hidup mu malah lebih terjamin kalau sama Rendy daripada sama Indra. Mau di kasih makan apa kau? Batu? Hah konyol!” Angkuhnya lagi.
“Kalau Ibu mau, Ibu saja yang kawin dengan si Rendy yang kaya itu!” Kata Khalifah.
“Dasar kamu anak durhaka!” Seru Ibu Khalifah dengan muka merah.
“Kalau kamu nggak mau dengar nasehat Ibu, nggak usah panggil aku Ibu lagi!” Lanjutnya, sambil membanting pintu kamar.
Khalifah bingung, ia tidak mau menikah dengan orang yang tidak dicintainya, tapi ia juga tidak mau menjadi anak yang durhaka. Keesokan harinya Rendy datang kerumah Khalifah ia berniat melamarnya. Ia datang dengan menggunakan mobil mewah dan membawa buah-buahan untuk merayu calon mertuanya yang matre itu.
“Permisi, ada orang dirumah?” Kata Rendy sambil mengetuk pintu.
“E, ada Nak Rendy silahkan masuk!”
“Maaf kalau saya mengganggu Tante, Khalifahnya ada?” Tanya Rendy.
“Oh tentu saja ada, Khalifah…Khalifah!! Cepat kesini!” Kata Ibu Khalifah.
“Ya Bu” Kata khalifah singkat.
“Saya datang kesini bermaksud melamar Khalifah untuk kujadikan istri, tante”Kata Rendy.
“Oh ya..ya.. kebetulan Khalifah belum punya pacar!” Kata Ibu Khalifah.
“Ibu??” Seru Khalifah.
“Bagaimana kalau pernikahan ini dilangsungkan minggu depan saja, lebih cepat lebih baik kan?” Kata Ibu Khalifah.
“Baiklah saya setuju, kalau begitu saya pulang dulu ya Bu!”
“Oh ya, hati-hati di jalan ya Rendy”
Tidak lama setelah pulangnya Rendy, Indra pun datang dengan motor bututnya.
“Assalamu Alaikum, Tante Khalifahnya ada?” Tanya Indra.
“Tidak ada, heh saya bilangin sama kamu ya jangan pernah dekati anak saya lagi. Karena Khalifah sudah punya calon suami orangnya kaya, punya mobil mewah, baik, tidak seperti kamu yang cuma punya motor butut.” Kata Ibu Khalifah angkuh.
“Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu Bu. Assalamu Alaikum” Kata Indra kecewa.
“Eee…, ada Mas Indra, kenapa tidak masuk? Ayo masuk Mas!” Ajak Khalifah.
“Tidak usah Khalifah kamu urus gembel ini, cepat sana pergi tunggu apa lagi?” Bentaknya.
“Ta,,tapi. Ah,, Ibu jahat!!” Seru Khalifah.
Satu minggu telah berlalu, tibalah saatnya Khalifah menikah dengan Rendy walaupun hatinya  berkata lain. Satu minggu kemudian sejak pernikahannya dengan Rendy.
“Bu kepala ku sakit, entah kenapa!” Kata Khalifah.
“Sekarang Kamu ke Rumah Sakit saja bersama suamimu.” Kata Ibu Khalifah menyuruh.
“Tidak, pokoknya tidak mau. Sama Ibu saja!” Kata Khalifah
“Baiklah kalau begitu, Rendy…Rendy jaga rumah Ibu mau ke Rumah Sakit dulu.” Katanya.
“Baik Bu” Singkatnya
Ternyata Rendy menyimpan maksud tersembunyi. Sebenarnya ia bukan orang kaya, melainkan hanya orang biasa yang menyamar menjadi kaya. Semua barang yang ia miliki hanya barang sewaan semata. Ia mengambil kesempatan ketika mertuanya yang pelit itu tidak ada dirumah. Rendy mengobrak-abrik seisi rumah dan lemari demi mendapatkan sertifikat rumah yang ia cari selama ini. Akhirnya tinggal satu kamar lagi, dan ia pun mendapatkan sertifikat tanah dan rumah. Ia langsung mempersiapkan semua barang-barangnya dan kemudian pergi sejauh mungkin dari rumah itu. Sepulangnya dari Rumah Sakit Khalifah mempunyai firasat buruk, kemudian ia teringat suaminya. Ibu Khalifah bertanya-tanya di mana Rendy, dan mengapa seisi rumah terobrak-abrik. Diceknya segera lemari tempat sertifikat itu berada.  
“Oh, tidak. Dasar menantu kurang ajar. Aaaahh ,,,” Kata Ibu Khalifah marah.
Ibu Khalifah jatuh pingsan dan akhirnya lumpuh. Khalifah sedih melihat Ibunya. Mereka pun jatuh miskin karena, semua sertifikat tanah dan rumah di ambil pihak pegadaian untuk menutupi utang menantunya itu sebesar 90 Juta Rupiah.  Ibu Khalifah akhirnya sadar dan bertobat serta meminta ampun kepada ALLAH SWT karena selama ini ia telah jauh dari agamanya. Ia juga meminta maaf kepada Khalifah dan Indra. Ibu Khalifah merestui hubungan anaknya untuk menikah dengan Indra. Khalifah dan Indra pun menikah, semenjak itu kehidupan mereka berangsur-angsur mulai membaik. Ibu Khalifah telah sembuh dari lumpuhnya dan mendapat rahmat dari Allah SWT.
Menurut Ibu Khalifah hikmah yang dapat ia ambil adalah kita tidak boleh melihat seseorang dari tingkat kekayaannya, apakah ia ganteng atau tidak, tapi kita harus lihat seseorang dari hati dan imannya.

TERIMA KASih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar