Mendengar
kata Internet yang sudah taka sing lagi bagi kita bermula digunakan
untuk pertahanan Amerika Serikat pada Tahun 1969 dengan nama ARPA atau
dengan kata lain ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) menggunakan software berbasis UNIX sehingga dapat melakukan komunikasi tanpa menggunakan telepon.
Setahun
kemudian, lebih dari 10 komputer yang tersambung internet satu sama
lain sehingga dapat berkomunikasi satu sama lain dan membentuk jaringan.
Dua tahun setelahnya Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan pesan
elektronik yang sudah tak asing di telinga kita yakni e-mail, dengan
munculnya perkembangan ini langsung dengan mudah e-mail menjadi populer.
Kemunculan e-mail tentu saja membuat lambing @ atau “at” mulai
digunakan dalam menuliskan alamat email yang dituju.
Salah
satu hari yang bersejarah bagi perkembangan internet adalah saat Ratu
Inggris mengirimkan Royal Signals pada 26 Maret 1976. Memasuki tahun
1977 terdapat 100 lebih komputer yang join dengan ARPANET. Setiap hari
pengguna Internet semakin banyak, oleh karena itu dibentuklah protokol
resmi yang diakui tidak lain adalah TCP / IP (Transmission Control
Protocol / Internet Protokol) di tahun 1984. Untuk menyamakan alamat di
jaringan Internet mulailah DNS (Domain Name System) diperkenalkan
sekitar 1000 komputer yang telah tersambung. Setelah tiga tahun kemudian
di tahun 1987 pengguna Internet melambung tinggi menjadi 10 kali lipat.
Menjelang
akhir abad ke-20 yakni tahun 1990 merupakan tahun yang bersejarah bagi
pengguna Internet, saat Tim Berners Lee menginovasikan program editor
dan browser yang dapat menjelajah dari satu komputer ke komputer lain.
Nama program ini adalah www / world wide web, dua tahun setelah
ditemukannya www pengguna Internet sudah melebihi 1 juta orang tahun
1992. Akhirnya pada tahun 1994 dunia telah menuju era internet dengan
dikembangkannya virtual-shopping dan lahirlah Yahoo!
Sekarang
saya akan mengulas sedikit tentang jaringan internet, menurut saya
jaringan internet adalah suatu kumpulan komputer yang sudah terhubung
dengan internet sehingga membentuk suatu jaringan, karena pada dasarnya
pengertian jaringan itu sendiri adalah sekumpulan komputer yang dapat
terhubung antar 1 dengan lain sehingga dapat berkomunikasi secara visual
/ maya, oleh karena itu internet juga sering disebut dunia maya.
Dengan
munculnya internet, sehingga komunikasi semakin dipermudah sehingga
munculah konsep global village. McLuhan mengatakan bahwa dunia serasa
akan menjadi satu desa, dimana informasi akan tersebar dalam jangka
waktu yang singkat ke seluruh dunia. Karena itu asumsi bahwa “distance
is dead” sudah tidak asing lagi untuk didengar oleh para pengguna
internet. Kemunculan istilah globalisasi merupakan penjelasan lebih
lanjut dari kata global village karena komunitas global sudah dapat
terbentuk dengan cepatnya koneksi internet di awal abad ke-21 ini
sebagai contoh global village ini adalah diawali dengan adanya situs
jejaring sosial media, diawali oleh Friendster kemudian Facebook dan
Twitter pun tidak kalah booming malah mendominasi sebagai situs jejaring
sosial terbaik saat ini.
Eksistensi
internet tentunya memberikan dampak bagi masyarakat, memang
sesungguhnya dampak internet itu beraneka ragam tergantung dari
penggunanya seperti
- Mempercepat perolehan informasi bagi publik
- E-learning sudah mulai diterapkan untuk pembelajaran
- Dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang dibelahan bumi lain (hal ini yang mendorong konsep globalisasi)
Penyalahgunaan internet juga dapat berdampak buruk bagi masyarakat diantaranya
- Internet Crime seperti hacking account bank
- Kasus penipuan lewat internet
- Kejahatan penculikan lewat situs sosial media yang sudah tidak asing lagi
Bagi
industri media, berbagai hal yang dapat dimanfaatkan dengan adanya
internet seperti promosi produk dengan pemasangan iklan lewat internet
atau jual beli lewat internet, melihat perkembangan saham bahkan untuk
berbisnis pun sudah dengan mudah dapat dilakukan zaman sekarang.
Konsep
digital divide merupakan konsep yang menunjukan kesenjangan antara
pengguna teknologi antar manusia menimbulkan anggapan bahwa penguasaan
teknologi berhubungan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat atau angka
kemiskinan. bahwa ada empat paradigma yang bisa digunakan untuk
menganalisis kemiskinan, yaitu paradigma teknologis, paradigma ekonomi,
paradigma struktural, dan paradigma kultural. Paradigma teknologis
menyatakan bahwa penyebab utama kemiskinan adalah keterbatasan
ketrampilan teknologi di negara-negara berkembang Flor (2001).
Menurut
kamus bahasa Inggris Oxford kata informasi superhighway adalah sebuah
rute atau jaringan untuk kecepatan informasi. Oleh karena itu istilah
ini muncul di tahun 1990-an. Pada informasi superhighway memiliki
manfaat sebagai berikut
- Komunikasi dengan individu/masyarakat di daerah yang jauh berlangsung cepat
- Dapat shareing dengan masyarakat sekitar mengenai prasaan individu tersebut (mengarah ke sosial media)
- Belajar keanekaragaman budaya yang berbeda melalui pemanfaatan superhighway
Dampak
negatif pun ada dalam pemanfaatan superhighway ini yakni dengan
cepatnya tersebar pesan informasi maka ada juga penyalahgunaan pesan
untuk memprovokasi masyarakat bahkan untuk saling menjatuhkan satu sama
lain dengan memandang perbedaan-perbedaan nyata seperti etnis, agama,
maupun budaya. Oleh karena itu dengan canggihnya teknologi sekarang ini,
harus ditinjau pemakaiannya agar tidak terjadi penyalahgunaan
teknologi.
Contoh
nyata bahwa internet sudah dipraktekan di Indonesia adalah dalam segi
bisnis jual beli sudah terdapat website tokobagus.com yang merupakan
website kagetori dagang. Dalam kagetori pendidikan, sudah banyak
website-website yang menyediakan informasi mengenai pendidikan seperti
belajar dari Wikipedia atau bahkan pengajar memiliki website sendiri
agar dapat diakses oleh murid-muridnya. Dalam segi informasi dan politik
sudah dapat diakses melalui kompas.com yang menyediakan berbagai ragam
informasi.